

Ayah Bunda, saat ini harga daging bisa naik tinggi hingga 40% dalam setahun. Susu mahal, sayur melambung. Sementara para santri yatim penghafal Al-Qur'an harus tetap kuat dan cerdas.
Mereka haus akan belajar, menghafal puluhan juz hingga mengurangi waktu tidur mereka, tapi lauk sehari-hari yang santap mereka sangat seadanya. Akibatnya, banyak dari mereka mengalami anemia, kekurangan gizi, mudah lupa, dan sering sakit.

Padahal ilmu gizi membuktikan: zat besi untuk konsentrasi, omega-3 untuk daya ingat, vitamin B kompleks untuk stamina. Tanpa gizi seimbang, hafalan mereka tersendat. Mimpi mereka menjadi menteri hafiz, dokter hafiz, bahkan presiden hafiz untuk Indonesia 2045, terancam gagal bahkan saat semuanya belum sepenuhnya mereka mulai.
Di momen Idul Adha yang penuh berkah ini, kami mengajak Ayah Bunda untuk memberikan sedekah daging bagi mereka. Bukan sekedar untuk memperbaiki gizi dan mencapai ketertinggalan kesehatan mereka. Tapi juga untuk memberikan kebahagiaan sederhana yang mungkin tak pernah Ayah Bunda bayangkan: daging adalah makanan langka bagi mereka .
Sesuatu yang hanya bisa mereka nikmati setahun sekali, tepat saat hari raya kurban tiba. Bayangkan, Ayah Bunda – sementara anak-anak kita di rumah bisa makan daging kapan pun ingin, para santri penghafal Al-Qur'an ini harus menahan rindu 365 hari hanya untuk sekali mencicip . Idul Adha menjadi satu-satunya jendela kebahagiaan kuliner mereka. Karena itu kampanye kami bernama "Sekali Setahun, Untuk Mereka yang Setiap Hari Menghafal AL-QURAN"

Jangan biarkan mahalnya harga pangan memutus mimpi generasi Qur'ani kita. Karena jika bukan kita yang peduli hari ini, kelak Indonesia akan kehilangan calon-calon pemimpin terbaiknya.
Jangan tunda karena waktu terbaik untuk bersedekah adalah sekarang – karena setelah Idul Adha, harga saja bisa semakin tinggi dan mereka harus menunggu setahun lagi. Mari wujudkan pemimpin masa depan yang sehat dan berkarakter Al-Qur'an.
